Kamis, 29 September 2022

PASANG KABEL UTP UNTUK JARINGAN


Tutorial singkat ini cocok sekali buat Anda yang   sedang membuat jaringan komputer ‘MURAH’

khususnya yang terdiri lebih dari dua client
yang pakehub (jauh lebih murah daripada router ).

To the point! Apa sih kabel UTP itu?

Kabel UTP itu adalah kabel khusus
buat transmisi data.
UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”.
Disebut unshielded karena
kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik.
Dan disebut twisted pair
karena di dalamnya terdapat pasangan
kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan.
Ada 5 kategori kabel UTP.

Dari kategori 1 sampai kategori 5.
Untuk jaringan komputer yang terkenal
adalah kategori 3 dan kategori 5.



Kategori 3 bisa untuk transmisi data
sampai 10 mbps, sedang kategori 5 sampai 100 mbps.
Kalau hanya buat misalnya jaringan komputer
di kantor atau kampus atau warnet, paling hemat
ya menggunakan yang kategori 3.

Itu sudah lebih dari cukup.

Setahu penulis ada banyak merek yang
beredar di pasaran, hanya saja yang terkenal
bandel dan relatif murah adalah merek Belden
– made in USA. Kalau mau yang lebih murah
dan penggunaannya banyak, maka beli saja yang
satu kotak, panjangnya sekitar 150 meter.
Jangan lupa beli konektornya.

Konektornya bentuknya seperti colokan
telepon hanya saja lebih besar.
Bilang saja mau beli konektor RJ-45.




Foto RJ – 45 yang masih baru, belum di gencet
pake tang.
Satu lagi yang sangat penting,

Anda harus punya tang khusus buat memasang
konektor ke kabel UTP, istilah kerennya adalah
“crimp tool”.

Alat ini gunanya untuk ‘mematikan’ atau
‘menanam’ konektor ke kabel UTP.
Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka sudah tidak
bisa dicopot lagi konektornya.

Dan kalau mau yang lebih OK, biar tidak
nanggung maka beli pula sebuah LAN tester.
Anda bisa membeli yang merek dari Taiwan saja
agar lebih murah.
Bentuknya seperti kotak dan ada
lampu LED-nya delapan pasang dan bisa
kedap-kedip.




OK sekarang peralatan udah siap, penulis
mulai saja.
Secara umum, pemasangan kabel UTP tersebut
ada dua tipe, yaitu tipe straight dan tipe cross.
Disebut tipe straight soalnya masing-masing
kabel yang jumlahnya 8 itu berkorespondensi 1-1,
langsung.
Sedangkan disebut cross soalnya ada persilangan
pada susunan kabelnya. Bingung?OK!

Untuk tipe straight itu digunakan untuk
menyambungkan kabel dari client ke hub.

Sedangkan untuk tipe cross adalah untuk
client langsung terhubung ke client (cpu to cpu)
atau juga dari hub ke hub.


Kita bahas dulu yang tipe straight

Tipe ini adalah yang paling gampang dibuat.
Kenapa?

Soalnya langsung korespondensinya 1-1.
Standar urutannya begini
(dilihat dari lubang konektor, dari kiri ke
kanan – lihat Gambar 4) :
2 oranye – 1 hijau – 2 biru – 1 hijau – 2 coklat .
2 oranye disini maksudnya pasangan oranye muda
sama oranye tua dan seterusnya.

Tapi tidak usah ikut standar pewarnaan itu
juga sebenarnya tidak masalah.
Yang penting urutan kabelnya.

Misal ujung pertama urutan pin pertamanya
oranye muda, maka ujung yang lain urutan pin
pertamanya juga harus oranye muda, jadi antar
ujung saling nyambung.
Sebenarnya tidak semua pin tersebut digunakan.



Yang penting adalah pin nomor 1,2,3 dan 6.
Jadi misal yang disambung hanya pin 1,2,3 dan 6
sedangkan pin yang lain tidak dipasang, tidak jadi
masalah.
Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar di bawah
yang penulis foto dari sebuah buku.



Yang kiri urutan korespondensi buat tipe straight,
yang kanan yang cross

Waktu akan memasangnya, maka potong ujung
kabelnya, kemudian susun kabelnya trus
diratakan dengan pisau potong yang ada pada
crimp tool.
Andak tidak perlu repot harus melepaskan
isolasi pada bagian ujung kabel, karena waktu
Anda memasukan kabel itu ke konektor lalu
ditekan (pressed) dengan menggunakan crimp tool,
sebenarnya saat itu pin yang ada di konektor
menembus sampai ke dalam kabel.

Perhatikan, agar penekannya (pressing) yang
keras, soalnya kalau tidak keras kadang pin
tersebut tidak tembus ke dalam isolasi kabelnya.

Kalau sudah kemudian Anda test
menggunakan LAN tester.

Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya,
kemudian nyalakan, kalau lampu led yang
pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1
sampai 8 berarti Anda telah sukses.
Kalau ada salah satu yang tidak menyala
berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut
ada masalah.

Cara paling mudah yaitu Anda tekan
(press) lagi menggunakan tang.
Kemungkinan pinnya belum tembus.

Kalau sudah Anda tekan tetapi masih
tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya
antar pin udah 1-1 atau belum.
Kalau ternyata sudah benar dan masih gagal,
berarti memang Anda belum beruntung.
Ulangi lagi sampai berhasil.




LAN TESTER – alat untuk memeriksa benar
tidaknya sambungan kabel.
Untuk tipe straight jika benar maka led 1
sampai 8 berkedip.

Berikut adalah gambar dari bawah
dari ujung kabel UTP yang sudah dipasangi
konektor dan berhasil dengan baik
(urutan pewarnaan pinnya ikut standar):



urutan pin standar

Dan kalau yang ini tidak standar,
coba perhatikan urutan warna pinnya,
sangat tidak standar, tapi tetap saja bisa,
yang penting korespondensinya satu satu
(khusus tipe straight):


urutan pin TIDAK standar

Tipe Cross


Untuk tipe cross itu digunakan untuk
menyambungkan langsung antar dua PC, atau
yang umumnya digunakan untuk menyambungkan
antar hub.
misalnya karena colokan di hubnya kurang).
Cara pemasangannya juga sebenarnya mudah,
sama seperti tipe straight, pin yang
digunakan juga sebenarnya hanya 4 pin saja,
yaitu pin 1, 2, 3 dan 6. Yang berbeda adalah
cara pasangnya.
Kalau pada tipe cross, pin 1 disambungkan ke
pin 3 ujung yang lain, pin 2 ke 6, pin 3 ke 1
dan pin 6 ke 2.
Praktisnya begini, pada ujung pertama Anda
bisa susun pinnya sesuai standar untuk yang
tipe “straight”, sementara itu di ujung yang
lain Anda susun pinnya sesuai standar buat
tipe “cross”.
Masih bingung? Begini cara mudahnya :
Ujung pertama:

1. oranye muda

2. oranye tua

3. hijau muda

4. biru muda

5. biru tua

6. hijau tua

7. coklat muda

8. coklat tua



Maka di ujung yang lain harus
dibuat begini:


1. hijau muda

2. hijau tua

3. orange muda

4. biru muda

5. biru tua

6. orange tua

7. coklat muda

8. coklat tua


Sudah agak lebih mengerti?
Jadi disini posisi nomor 1, 2, 3 dan 6
yang ditukar.
Nanti jika dites menggunakan LAN tester,
maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan
saling bertukar.
Kalau tipe straight menyalanya urutan,
sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat.

Tapi yang pasti harus menyalasemua
setiap led dari nomor 1 sampai 8.
OK, selamat membangun jaringan komputer.

Semoga Anda bisa berhasil sewaktu
memasang konektor pada kabelnya.
Semoga ilmu ini berguna buat Anda,
soalnya waktu dulu penulis pertama kali
membuat jaringan hasilnya lucu sekali,
untuk mengupas kabelnya penulis masih
menggunakan cutter, padahal sudah ada
fasilitasnya di crimp toolnya.
Tambah lagi ujung-ujungnya tiap kabel
penulis kelupas lagi menggunakan cutter,
padahal yang betul tidak perlu dikupas
satu-satu, biarkan saja rata, karena nantinya
apabila di ‘crimp tool’ maka pin tersebut
masing-masing akan tembus ke dalam
kabelnya.
Semoga Anda tidak melakukan hal sama
seperti penulis dulu.
Demikian tulisan mengenai cara membuat
sambungan kabel UTP untuk jaringan komputer.
Semoga berguna bagi Anda semua.
Terima kasih.




NB :

 Modem ke Hub atau kalau LAN dari Server ke HUB , lah dari HUB ini ke Client2
Rumusnya : PO - O - PH - B - PB - H - PC - C  ujung sama seperti ini
                         1       2    3       4     5     6     7      8
Keterangan  :
O = Orange
P = Putih
B = Biru
H = Hijau
C = Coklat

Untuk yang Computer ke Computer atau Hub ke Hub rumusnya :
1  =  3
2  =  6
3  =  1
4  =  4
5  =  5
6  =  2




















Disqus Comments